Berita Pendidikan

//Berita Pendidikan
Berita Pendidikan 2020-07-19T07:32:37+00:00
Monday, 14 September 2020 04:33 / Pendidikan

Wakil Bupati Enrekang Membuka Pembekalan Dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Kabupaten Enrekang

Enrekang,- Wakil Bupati Enrekang membuka acara kegiatan Pembekalan dan Uji Sertifikasi bagi Aplikator Baja ringan bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar yang diadakan di ruang pola Kantor Bupati Enrekang, turut hadir Sekda Enrekang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Enrekang, dan beberapa pimpinan Perangkat Daerah (Senin, 14/09/2020).

Wakil Bupati menyampaikan agar peserta mengikuti dengan sungguh sungguh demi peningkatan kualitas profesi untuk mendapatkan sertifikasi sebagai tenaga kerja kontruksi yang kedepannya bisa ikut serta dan terlibat dalam kegiatan konstruksi.
Selain itu atas nama pemerintah daerah Kabupaten Enrekang menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan pelatihan hari ini, semoga kedepannya secara kontinyu tetap dilakukan sehingga kualitas sumber daya tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Enrekang semakin lebih baik dan tersertifikasi.

Adapun Pembekalan sertifikasi kali ini diikuti oleh 50 Peserta, dalam kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ismail Abdul Muthalib, ST, MT, selaku Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar menyampaikan bahwa Ujian Komptensi itu ada tiga hal yang akan diuji, adalah pengetahuan, keahlian dan Sikap. Program serifikasi ini sebagai upaya memperkecil ketertinggalan, ketersediaan tenaga kerja Indonesia yang kompoten.


Sementara Kabag Ekbang Setda Kab.Enrekang Tomo, SP, MP sangat berharap agar semua peserta bisa lolos dalam ujian kompetensi sebagai bekal sebagai tukang dengan memegang sertifikat.

Wednesday, 9 September 2020 10:54 / Pendidikan

Bawakan Kisah Abu Bakar Lambogo, Siswi Enrekang Bersaing di Lomba Bertutur Perpusnas RI

ENREKANG — Siswi asal Kabupaten Enrekang, Fatimah Az-Zahra tampil pada Lomba Bertutur Tingkat Nasional, yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional RI. Acara itu berlangsung via Zoom dan live di Channel YouTube Perpusnas RI, Rabu 9 September 2020.

Fatimah mewakili Sulawesi Selatan, usai menjadi yang terbaik pada ajang serupa ditingkat provinsi. Kini, siswi SD 116 Enrekang ini bersaing dengan peserta dari 33 provinsi lain se-Inpesert.

Fatimah membawakan kisah ‘Abu Bakar Lambogo’. Ia menceritakan perjuangan pahlawan asal Bumi Massenrempulu itu dalam melawan penjajah Belanda.

Dalam sambutannya, Kepala Perpusnas RI Syarif Bando mengatakan lomba itu adalah komitmen Perpusnas dalam mencerdaskan anak bangsa. Ia juga menjamin kualitas lomba tidak berkurang, meski digelar virtual akibat pandemi.

“Lewat kesempatan ini kami mengajak seluruh elemen masyarakat, agar mendukung upaya meningkatkan kegemaran membaca sejak dini, dengan kegiatan bertutur atau bercerita,” kata Syarif.

Lomba Bertutur Tingkat Nasional Tahun 2020 ini mengusung tema “Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Kecintaan Terhadap Budaya Lokal dalam Upaya Membangun Karakter Kecerdasan, Kreativitas dan Inovasi Generasi Muda Indonesia”.

Materi dalam perlombaan ini merupakan cerita rakyat yang bermuatan lokal dari berbagai provinsi.

Sebanyak 34 judul cerita rakyat dipilih karena mengandung nilai-nilai positif bagi anak, misalnya nilai pendidikan, perjuangan, dan karakter bangsa, meliputi sikap nasionalis, sikap jujur, religius, sikap peduli lingkungan, sikap tanggung jawab, sikap disiplin, sikap kerja keras, sikap demokratis, sikap toleransi, dan sikap positif lainnya

Pemenangnya akan diumumkan pada 10 September 2020.

Kemampuan bertutur adalah hasil literasi pada tahap pemahaman dan pemaknaan apa yang tersurat dan yang tersirat, yang diperoleh dari kegiatan membaca. Sehingga relevan untuk meningkatkan minat baca anak sejak dini. (humas)

Wednesday, 26 August 2020 12:33 / Pendidikan

Dinas Dikbud Enrekang Beri Atensi Serius untuk Pelestarian Musik Tradisional

ENREKANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Enrekang menggelar Pelatihan Instruktur Musik Tradisional. Acara itu dilaksanakan di SD Negeri 45 Talaga, Enrekang.

Pelatihan Instruktur Musik Tradisional itu digelar selama seminggu, 24-30 Agustus 2020. Kegiatan ini mengangkat tema “Meningkatkan Keterampilan Seni Musik Tradisional Sebagai Penguatan Nilai Budaya Massenrempulu menuju Enrekang EMAS yang Berkelanjutan dan Religius”.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Musik Diknas Enrekang Anton memaparkan kegiatan itu diikuti puluhan guru SD dan SMP se-Kabupaten Enrekang. Musik tradisional yang dilatihkan adalah musik bambu yang telah menjadi ciri khas Enrekang.

“Pelatihan instruktur ini adalah salah satu upaya pemerintah melestarikan kesenian musik bambu,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Dikbud Enrekang, Jumasang, S.Pd mengharapkan para instruktur yang telah dilatih ini, nantinya dapat mentransfer ilmunya kepada para siswa.

“Anak-anak kita jangan sampai tidak kenal musik bambu Enrekang. Tugas instruktur ini nanti melatih anak-anak memainkan musik bambu di sekolah masing-masing,” urai Jumasang.

Kedepan, Dikbud Enrekang berencana mengagendakan pertemuan rutin antar instruktur dan pegiat musik bambu. Selain itu dibutuhkan event khusus musik tradisional agar keterampilan siswa semakin terasah.

Salahsatu peserta pelatihan, Fitriani S.Pd.I mengapresiasi digelarnya pelatihan instruktur musik tradisional ini. “Ini penting bagi para guru agar bisa mengajarkan musik bambu di sekolah dengan cara yang tepat dan menarik minat anak-anak,” kata Guru SDN 1 Enrekang ini.

Seni Musik Bambu salah satu kesenian musik tradisional yang menggunakan susunan batang bambu, dengan cara ditiup. Kesenian ini telah menjadi ciri khas Bumi Massenrempulu, dan kerap ditampilkan pada pelbagai event serta saat menyambut tamu daerah.(Humas).

Wednesday, 19 August 2020 04:11 / Pendidikan

Peringati Hari Anak Nasional, Enrekang Juara Vidio Kreatif Terfavorit

ENREKANG — Pemerintah Kabupaten Enrekang mengikuti Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 tingkat Provinsi Sulsel, yang digelar secara virtual, Rabu 19 Agustus 2020.

Pemkab Enrekang diwakili Asisten 1 Setda Hamsir S.Pd., MPd., Asisten 3 Setda Dra. Hj. Darmawati Anto, M.Si Sekretaris Pokja 3 TP PKK Enrekang, unsur forkopimda, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Drs.H.Burhanuddin,M.AP.

Selain itu turut hadir belasan anak dari Forum Anak Massenrempulu (FAM) serta Duta Anak Kabupaten Enrekang. Acara itu juga disimak berbagai instansi lingkup Pemkab Enrekang.

Acara yang digelar di Aula Pendopo Rujab Bupati Enrekang itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

HAN 2020 Tingkat Sulsel mengangkat tema ‘Anak Terlindungi, Sulsel Maju, Tetap Gembira di Rumah’

Pada tahun ini Kabupaten Enrekang menjadi juara Pembuatan Vidio Kreatif Terfavorit ucapan Hari Anak Nasional dalam bahasa Massenrempulu, terdiri dari 5 orang yaitu Bintang Al Rasyid, Teguh Putra Antari, Iva Sri Handayani, Ainun Islah, dan Nurul Anugrah Sahrul di bimbing oleh Dra. Hj. Handayani, MM dan Hj.Syamsiah, SE

Pada tingkat Provinsi Sulsel, acara ini dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, dan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3A-Dalduk KB) Provinsi Sulsel, Iqbal Suhaeb

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam video yang ditampilkan, menyampaikan ucapan Selamat merayakan HAN 2020.

“Kita jadikan momentum HAN untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang
berintegritas, berkapabilitas, serta menjadi anak yang sehat dan cerdas,” kata Gubernur. (mcenrekang.lubis)

Wednesday, 17 June 2020 00:13 / Pendidikan

Bupati Enrekang; Selamat Kepada Rektor Pertama Universitas Muhammadiyah Enrekang

ENREKANG– Universitas Muhammadiyah (UM) Enrekang, akhirnya resmi memiliki rektor untuk pertama kalinya.

hal ini berlangsung di Ruang Pola Universitas Muhammadiyah Enrekang, Drs Yunus Busa, M.Si yang baru saja dilantik sebagai Rektor pertama di UM Enrekang periode 2020-2024.

Rektor baru ini dilantik langsung oleh Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr. Lincolin Arsyad melalui video conference (Vidcon) di Kampus 1 UM Enrekang, Selasa (16/6/2020).

Pelantikan tersebut juga disaksikan langsung oleh Bupati Enrekang, Muslimin Bando beserta jajarannya, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof. Dr. Jasruddin, M.Si.

Dalam kesempatan itu, Prof Jasruddin, mengucapkan selamat pelantikan Rektor baru UM Enrekang dan peresmian UM Enrekang.

Menurutnya, Yunus Busa telah luar biasa bekerja dan berdedikasih dalam pengembangan UM Enrekang.

Sebab telah menjabat sebagai Ketua sejak 2011 sampai 2020 dan akan berlanjut lagi sampai 2024 sebagai rektor.

Tak lupa, Ia mengapresiasi peran Bupati Enrekang, Muslimin Bando yang dianggap sebagai playmaker perubahan bentuk STKIP menjadi Universitas Muhammadiyah Enrekang.

“Kami yakin penuh UM Enrekang ini bisa maju ke depan karena didukung penuh oleh Pemda dan Bupati juga selalu memberikan dukungan moril dan materil,” kata Prof Jasruddin.

Sementara Yunus Busa, mengaku cukup bahagia dengan resminya STKIP Muhammadiyah menjadi Universitas serta dikukuhkannya dirinya sebagai rektor pertama UM Enrekang.

Ia berkomitmen untuk memajukan UM Enrekang dengan mengusung visi menjadikan UM Enrekang yang unggul.

Unggul di kawasan Ajatappareng, regional Sulawesi dan kawasan timur serta nasional bahkan menjadi universitas internasional.

Dengan bantuan dari Pemda melalui dukungan dari DPRD sejak 2015 senilai Rp 1 M, tahun 2017 senilai Rp 1 M dan tahun 2019 Rp 3 M, termasuk pinjaman lunak dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta senilai Rp 3 M.

Olehnya itu, Ia berterima kasih kepada Pemda yang begitu luar biasa memberikan dukungan baik moril maupun materil.

Bahkan Bupati Enrekang, Muslimin Bando menemani jajaran pengurus UM Enrekang mengurus ke Jakarta.

“Kami ucapkan penghargaan dan terima kasih ke semua pihak yang turut mendukung dan bantuan baik materil dan maupun moril seluruh kader Muhammadiyah. Terkhusus Bupati Enrekang saya pikir beliau ini adalah niat tulus tingkatkan pendidikan di Enrekang,” ujarnya.

Sementara Bupati Enrekang, Muslimin Bando mengharapkan, UM Enrekang ke depan makin berkembang dan maju.

“Selamat atas pelantikan dan launchingnya, saya harap ke depan UM Enrekang makin berkembang dan bersaing dengan universitas lainnya,” tuturnya. (mcenrekang.lubis)

Thursday, 19 March 2020 11:31 / Pendidikan

STKIP Muhammadiyah Enrekang Resmi Jadi Universitas, Bupati Ajak Pelajar Lanjutkan Kuliah di Enrekang

ENREKANG — STKIP Muhammadiyah Enrekang resmi menjadi Universitas Muhammadiyah Enrekang. Perubahan ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor. 300/M/2020 ditetapkan di Jakarta pada 19 Februari 2020.

Bupati Enrekang Muslimin Bando selaku Dewan Penyantun, turut hadir pada konferensi pers ‘Perubahan Bentuk STKIP Muhammadiyah Enrekang Menjadi Universitas Muhammadiyah Enrekang’. Acara itu berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Enrekang, Kamis 19/3.

MB mengatakan, cita-cita meningkatkan status STKIP menjadi universitas sejak kampus ini berdiri pada 1973. Akhirnya berkat kerja keras semua pihak, cita-cita itu teralisasi.

“Dengan hadirnya universitas ini, maka pendidikan tinggi di Enrekang akan semakin berkualitas, untuk melahirkan generasi pelanjut kita,” jelas MB.

MB meminta status universitas ini diikuti dengan inovasi, kualitas dan merek tersendiri guna membangun citra dimata masyarakat. Dimulai dari hal sederhana seperti penampilan civitas akademik, hingga penambahan fakultas seperti Kesehatan Masyarakart, bahkan Kedokteran.

“Era sekarang, masyarakat mencari yang menarik dan inovatif. Itu yang harus kita sediakan,” ujar kader Muhammadiyah ini.

Dia meminta kepada UM Enrekang agar segera menggencarkan sosialisasi dikalangan pelajar SMA sederajat. Bupati juga mengajak para pelajar agar memilih kuliah di UM Enrekang.

“Dari pada keluar, lebih baik tinggal di Enrekang membantu orang tua sambil kuliah di universitas yang mutunya setara dengan perguruan tinggi di kota,” kata Bupati.

Sementara, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UM Enrekang, Syawal Sitonda dalam sambutannya mengatakan Enrekang telah mengukir sejarah bahwa sejak Februari 2020 telah berdiri universitas.

“Saya mengajak semua pihak untuk mengeluarkan semua jurus, terutama media untuk mempromosikan kampus kita ini,” tegasnya.

Rektor UM Enrekang, Yunus Busa menyatakan pihaknya sebenarnya menyiapkan bahwa acara yang lebih meriah, launching perubahan nama STKIP menjadi universitas sekaligus peresmian gedung baru dan pelantikan rektor.

“Hanya saja karena ada wabah Copid-19 jadi semua kegiatan untuk sementara ini dibekukan. Semoga ini semua cepat berlalu,” harapnya.

Ke depan, lanjut Rektor, tentu kerja-kerja civitas akademika makin berat, karena itu seluruh pihak harus kerja luar biasa agar kampus kita ini tetap eksis dan terus berkembang. (mcenrekang.lubis)

Sunday, 1 March 2020 14:15 / Pendidikan

Bupati Beri Rekomendasi Bebas Tes di UIN Syarif Hidayatullah untuk Dua Hafiz asal Enrekang

ENREKANG — Bupati Enrekang Muslimin Bando mengapresiasi dua santri PPM Rahmatul Asri, yang berhasil menghafal 30 juz Alquran. Kedua santri itu adalah Marzuki dan Syamri.

Menurut bupati, pencapaian Marzuki dan Syamri adalah hal yang membanggakan. Dan diharapkan bisa ditiru oleh siswa maupun santri lainnya di Enrekang.

Bupati juga menyiapkan rekomendasi, agar kedua santri ini bisa lulus tanpa tes di Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Antara Pemkab dan UIN Syarif Hidayatullah memang sudah sejak lama kerjasama. Ada MoU yang bisa dimanfaatkan agar mereka bisa bebas tes masuk,” jelas MB.

Penyampaian ini sekaligus meluruskan berita yang beredar, bahwa Pemkab menyiapkan beasiswa. (mcenrekang.lubis)

Sunday, 1 March 2020 14:00 / Pendidikan

Di SMPN 7 Enrekang, Hj Johra MB Paparkan Pentingnya Pola Asuh Anak yang Tepat

ENREKANG — Ketua TP PKK Enrejang Hj Johra MB menghadiri kegiatan Pembinaan Penyiapan Tenaga Pendamping Pada Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M). Acara itu berlangsung di SMP Negeri 7 Enrekang, Sabtu 29/1.

Kegiatan itu digelar bersama TP PKK Enrekang, BKKBN dan Disdalduk-KB Enrekang.

Hj Johra memaparkan pentingnya pengetahuan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) yang tepat. Pola asuh yang tepat berpengaruh positif pada perkembamgan anak.

Diantaranya agar anak tumbuh dan berkembang dilingkungan yang kondusif, terhindar dari pengaruh negatif, kekerasan rumah tangga, hingga narkoba.

“Selain itu sangat penting memastikan pendidikan tuntas. Sekolah lah dahulu, selesaikan kuliah, dapat kerja, baru menikah,” jelas Hj. Johra MB.

Pada kesempatan itu, Johra juga mensosialisasikan pentingnya mengurangi sampah plastik mulai dari sekarang. Ia mengajak siswa mencintai lingkungan.

“Salah satu cara paling efektif yakni dengan selalu membawa tumbler ke sekolah. Agar kita tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai yang saat ini jadi ancaman terbesar bagi lingkungan,” urainya.

Ratusan siswa SMP 7 Enrekang nampak antusias menyimak penjelasan dari Ketua PKK. Sebagian diantaranya mengaku telah membiasakan diri membawa tumbler ke sekolah. (mcenrekang.lubis)

Tuesday, 28 January 2020 06:07 / Pendidikan

Bupati : Kepala Sekolah Harus Jadi Teladan Para Guru

ENREKANG — Bupati Enrekang Muslimin Bando menghadiri dan membuka kegiatan Forum Komunikasi Kepala Sekolah Dasar (FKKSD) Enrekang. Acara itu berlangsung di Pasui, Kecamatan Buntu Batu, Selasa 28 Januari 2020.

FKKSD dihadiri ratusan kepala SD se-Enrekang. Kegiatan itu mengangkat tema “FKKSD sebagai bentuk kegiatan mewujudkan langkah pasti menuju sekolah efektif dan bermutu”.

Dalam pemaparannya, Bupati mengharap para kepala sekolah menjadi teladan bagi guru-guru. Kepsek diharapkan memiliki karakter dan etos kerja yang baik.

“Kita mulai dengan hal sederhana, seperti kebiasaan tepat waktu, pelayanan yang ramah, dan tutur kata yang sopan. Dengan begitu, kepsek selain menjadi teladan bagi guru, juga jadi panutan siswa, orangtua siswa dan masyarakat pada umumnya,” jelas Bupati.

Ini sesuai dengan semboyan yang menjadi pedoman pendidik. Yakni Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).

Selain itu, Bupati juga memaparkan beberapa aturan seperti Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Khususnya mengenai periodisasi jabatan kepala sekolah.

Acara ini juga dihadiri jajaran Dinas Pendidikan, para pengawas sekolah dan para camat serta undangan lainnya. (mcenrekang.lubis)

Saturday, 21 December 2019 11:26 / Pendidikan

Bupati Enrekang Jadi Pemateri di LPMP Sulsel, Bahas Peningkatan Mutu Pendidikan

MAKASSAR — Bupati Enrekang Muslimin Bando menjadi pemateri pada Diskusi Terpumpun LPMP Sulsel. Kegiatan itu berlangsung di Mercure Hotel Makassar, Sabtu 21 Desember.

MB membawakan materi “Best Practice Pendidikan Kabupaten Enrekang” pada diskusi Terpumpun Peningkatan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan di Mercure Hotel Pettarani Makassar.

Dalam ulasannya, bupati dua periode itu menjabarkan setidaknya 11 poin program peningkatan mutu pendidikan di Bumi Massenrempulu. Beserta tujuan serta anggaran yang ia gelontorkan.

Antara lain Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), yang hingga tahun 2018 Enrekang meluluskan guru pada pretest PPG sebanyak 468 orang.

“Ini terbanyak di Indonesia Timur dan semuanya sudah mengikuti pendidikan Profesi Guru,” jelas MB.

Selanjutnya pemberian Tunjangan Terpencil, dengan anggaran Rp6 miliar. Program Pendidikan EMAS dengan anggaran Rp12 miliar untuk membiayai program pendidikan yang tidak dibiayai di Dana BOS.

Selanjutnya, Peningkatan Kualifikasi Akademik sebanyak 4.608 guru mulai TK sampai SMP. Sehingga di Enrekang tersisa 40 orang yang belum S1. “Itupun hampir semuanya dalam tahap ujian akhir pada UNM, Unismuh, Umpar dan STKIP Muhammadiyah Enrekang,” jelas Bupati berlatar belakang pendidik ini.

Selain itu, jumlah guru bergelar magister telah mencapai 200 orang, dan bahkan doktor ada 13 orang.

Bupati Enrekang juga menerbitkan Perbub tentang Gerakan Guru Wajib Membaca tahun 2017. Pembiasaan untuk gemar membaca, kata MB harus diawali dari guru.

“Kita juga menganggarkan Rp300 juta untuk Jambore Literasi. Kegiatan ini akan diikuti oleh semua sekolah mulai TK, SD, dan SMP se Kabupaten Enrekang untuk mambawa Enrekang menjadi Kabupaten Literasi dan
Sekolah Ramah Anak,” tandasnya. (Mcenrekang. Lubis)

1 2 3