Hari Anak Nasional, Bupati Minta Komitmen Bersama Wujudkan Kabupaten Layak Anak

/Hari Anak Nasional, Bupati Minta Komitmen Bersama Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Hari Anak Nasional, Bupati Minta Komitmen Bersama Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Enrekang- Dalam rangka Perayaan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tangga 23 Juli 2019 dan  menyongsong Hari Anak Internasional yang jatuh pada tanggal 20 November 2019, Dinas Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Enrekang ( DP3A) bekerjasama Gugah Nurani Indonesia (GNI )  gelar berbagai kegiatan yang dihadiri 600 Anak dari berbagai tingkatan sekolah di Enrekang.

Acara yang didominasi oleh anak – anak tersebut dipandu Andi Sri Bintang, Siswa SMA Muhammadiyah Enrekang  dan Nurfadillah Siswi SMA Negeri 2 Enrekang sebagai MC.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang,  Kabupaten Enrekang .

Hadir, Bupati Enrekang H. Muslimin Bando, Wakil Ketua DPRD Enrekang Abdurrahman Dzulkarnain, Kapolres  Enrekang AKBP Ibrahim Aji, Kajari Enrekang Emanuel Achmad, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Engrekan Tri  Asmuri Herkutanto. SH. MH,Pimpinan OPD, Camat Sekabupaten Enrekang, Lurah dan Kades, Kepala UPT TK,  SD, SLTP dan SLTA Sederajat dan Ketua Organisasi.

Magamo, Selaku CDP Menejer GNI mengatakan keberadaan GNI di Enrekang adalah untuk mendukung Program  Pemerintah dalam hal Pemenuhan Hak Anak demi terwujudnya Kabupaten Enrekang yang Layak Anak.

Dia  mengatakan saat ini GNI fokus pada sektor, Kesehatan, Ekonomi dan Pendidikan.

Bupati Enrekang H. Muslimin Bando mengatakan pada perayaan Hari Anak Nasional ini semua sektor harus  komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Enrekang Layak Anak dan memberi ruang yang aman untuk Anak.  Kasus kekerasan terhadap anak yang ada di Enrekang harus diselasaikan dan dihadapi bersama.

“Banyak kekerasan pada anak yang terjadi di Enrekang dan itu harus sama – sama kita cegah termasuk  kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual”. Kata Bupati.

Dia mengatakan salah satu faktor penyebab banyaknya kasus kekerasan anak adalah akibat perceraian orang  tua.

“Anak – anak menjadi Broken Home dan frustrasi dan ini yang banyak menimbulkan berbagai masalah hukum  pada Anak. Termasuk mari kita cegah pernikahan usia muda, karena ini adalah salah satu pemicu terjadinya  perceraian”. Pungkas Bupati.

Dalam perayaan HAN kali ini berbagai kegiatan dilakukan antara lain Penandatanganan komitmen Sekolah Ramah  Anak oleh Bupati beserta jajaran Forkopimda, OPD, Guru – Guru, Camat Kepala Desa/Kelurahan dan semua  undangan yang hadir.

Kegiatannya lain, Kelas Inspirasi, Story Telling Oleh Ibu Nelly, Tarian Tunggal dari SLB Enrekang,Tari empat Etnis  oleh SMAN 2 Enrekang,Pentas Musik Forum Anak, Hafidz Quran TK Pembina, Drama Musikal SMP Negeri 1 dan  Suara Anak Indonesia oleh Forum Anak Massenrempulu Enrekang.

Dalam Kesempatan ini Bupati Enrekang H. Muslimin Bando juga berbagai Inspirasi dengan 600 anak di Enrekang.

By | 2019-10-17T07:56:53+00:00 October 17th, 2019|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment