Enrekang Optimis Jadi Pemasok Bawang Merah Terbesar di Indonesia

/Enrekang Optimis Jadi Pemasok Bawang Merah Terbesar di Indonesia

Enrekang Optimis Jadi Pemasok Bawang Merah Terbesar di Indonesia

ENREKANG — Bupati Enrekang Muslimin Bando menargetkan daerah yang ia pimpin itu, konsisten menjadi salah satu pemasok bawang merah terbesar secara nasional.

Hal itu ia tegaskan disela acara Panen Bawang Merah bersama Direktorat Jenderal Hortikultura, di Desa Pakalobean, Rabu 12 Februari. Hadir mewakili Dirjen, Direktur Perlindungan Hortikultura Ir. Sri Wijayanti Yusuf, M.Agr.Sc didampingi jajaran Kementan RI.

“Kita berada diurutan ke-4 pemasok bawang merah terbesar. Kedepan, kita ingin naik ke posisi ke-3 atau ke-2. Bahkan menjadi pemasok terbesar,” jelas MB

“Untuk mengejar target ini, kita mengharapkan bantuan Kementan RI, dengan usulan 30.000 hektar perkebunan bawang merah,” lanjutnya.

Pada 2017 lalu, Enrekang sebenarnya sudah pernah menjadi pemasok terbesar dengan jumlah produksi 400 ton. Namun itu dikarenakan menurunnya produksi daerah lain seperti Bima dan Brebes.

“Kita harus terus berupaya meningkatkan produksi semaksimal mungkin. Pemerintah siap membantu masyarakat petani bawang,” kata bupati dua periode ini.

Enrekang juga telah mengusulkan bantuan alsintan dan 10 ribu ekor sapi untuk mewujudkan pertanian dan peternakan modern di Bumi Massenrempulu.

“Intinya kita butuh bantuan yang sebanyak mungkin dari Kementan RI,” tandas MB.

Sementara itu direktur holtikultura kementan RI melalui Direktur perlindungan holtikultura Ir. Sri wijayanti Yusuf mengaku akan memberi kab ekng kemudahan dalam upaya peningkatan produksi bawang, tidak hanya sebagai penyuplai atau pemasok urutan ke4 bawang nasional, tetapi kedepan akan diupayakan dapat diekspor ke sejumlah negara.
“untuk ekspor, produksi bawang enrekang harus berkualitas, dan dapat menekan penggunaan pestisida, dengan menjadikan bawang organik, kata Sri di hadapan para kelompok tani bawang sekecamatan Anggeraja.

Turut hadir pada acara itu, Wakil Ketua Dprd Provinsi Sulsel Syaharuddin Alrif, Ketua
Tim Penggerak PKK Hj Johra MB, Wabup Asman, serta jajaran forkopimda.

Adapun pejabat Kementan yang turutnhadir yakni Luthfi Halide, Direktur Polbangtan Gowa Dr. Ir. Syaifuddin, MP, BPTP Sulsel Ir. Amiruddin Syam, Kasubdit Bawang dan Sayuran Umbi Ir. Dessi Rahmaniar, MSi, Kepala Balai Karantina Kota Parepare Andi Faisal SP, dan Kabid Program Balai Veteriner Maros Drh. Alfinus. (mcenrekang.lubis)

By | 2020-02-12T04:38:20+00:00 February 12th, 2020|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment